Archive

Posts Tagged ‘ubuntu’

Mengatasi masalah Gamelan tidak berjalan di Ubuntu 10.04

June 16th, 2010

Gamelan adalah aplikasi pemutar musik karya anak bangsa. Gamelan dibuat menggunakan platform Adobe Air dari Adobe, sehingga bisa diinstall dan dijalankan di berbagai OS yang telah memiliki Adobe Air Runtime.

Saya mengalami satu masalah saat menjalankan Gamelan di Ubuntu 10.04 yang saya gunakan di laptop saya. Setelah instalasi pertama kali, gamelan berjalan dengan baik. Tapi setelah laptop restart, baik disengaja maupun karena terputusnya aliran listrik, gamelan tidak bisa berjalan lagi. Aplikasinya sendiri bisa tampil, tapi saat lagu diklik, tidak terjadi apapun. Tidak terlihat timer berjalan dan suara keluar.

Setelah beberapa kali utak-atik, akhirnya saya bisa membuat gamelan berjalan kembali. Solusinya adalah menghapus file gamelan__audioscrobbles.xml. Di ubuntu yang saya gunakan, file ini ada di dalam direktori berikut:
$HOME/.appdata/com.galenic.Gamelan.D220D75C3A7CBE91C7DB91995D00D348AA0B4648.1/Local Store/gamelan__audioscrobbles.xml

Semoga trik ini membantu, baik sesama pengguna gamelan, maupun pengembang aplikasi Gamelan untuk menemukan penyebab bug ini.

aplikasi , , ,

Cara memperbaiki konfigurasi PulseAudio setelah upgrade ke Lucid

May 27th, 2010

Masih terkait dengan tulisan saya sebelumnya, ada hal lain yang saya alami setelah melakukan upgrade ke Lucid. Setiap kali aplikasi menghasilkan suara/musik, akan terdengar suara klik yang cukup mengganggu.

Kembali pencarian cepat dengan oom Google menghasilkan panduan lengkap untuk memperbaiki sistem PulseAudio. Silahkan ikuti langkah-langkahnya yang ada di posting ini. Saya mengikuti Part A karena saya mengupgrade dari Karmic ke Lucid. Sekarang sistem audio kembali berfungsi dengan normal. Tombol volume up dan down di Thinkpad kembali berfungsi.

Semoba membantu pembaca sekalian yang mengalami hal yang sama.

linux , , , ,

Mengaktifkan tombol tengah trackpoint untuk scroll di Ubuntu Lucid Lynx 10.04

May 27th, 2010

Beberapa hari yang lalu akhirnya saya mengupgrade Karmic Koala yang terinstall di Thinkpad R61 ini ke Lucid Lynx. Lucid adalah rilis terbaru Ubuntu dengan nomer versi 10.04 dan merupakan rilis LTS.

Setelah proses upgrade selesai, ada satu hal yang langsung menyita perhatian saya, yaitu tombol tengah trackpoint tidak lagi berfungsi untuk scrolling. Sewaktu masih menggunakan Karmic, tombol ini masih berfungsi dengan baik.

Pencarian singkat dengan bantuan oom Google langsung membawa hasil. Saya menemukan artikel ini yang berisi petunjuk cara mengaktifkan kembali tombol tengah trackpoint. Berikut kutipannya:

Create a new file /usr/lib/X11/xorg.conf.d/20-thinkpad.conf with the following contents:

Section "InputClass"
    Identifier "Trackpoint Wheel Emulation"
    MatchProduct "TrackPoint"
    MatchDevicePath "/dev/input/event*"
    Driver "evdev"
    Option "EmulateWheel" "true"
    Option "EmulateWheelButton" "2"
    Option "Emulate3Buttons" "false"
    Option "XAxisMapping" "6 7"
    Option "YAxisMapping" "4 5"
EndSection

Di arkitel asli disarankan untuk merestart X. Cara paling cepat dan mudah adalah dengan logout lalu login kembali. Sekarang tombol tengah telah berfungsi kembali untuk scrolling.

linux , , , , , ,

Memindahkan cache google chrome ke /tmp

January 26th, 2010

Salah satu trik untuk membuat komputer yang menggunakan GNU/Linux menjadi lebih cepat adalah dengan mengurangi jumlah akses baca dari & tulis ke harddisk. Salah satu direktori yang sering dijadikan untuk penyimpanan file sementara oleh berbagai aplikasi adalah direktori /tmp.

Beberapa waktu lalu Tombuntu menerbitkan artikel tentang 4 cara membuat komputer dengan harddisk SSD lebih optimal. Walaupun komputer saya masih menggunakan harddisk biasa, bukan SSD, tetapi salah satu cara pada artikel tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan sistem.

Saya sendiri melakukan cara nomer 1 s/d 3. Cara nomer 2 adalah memindahkan lokasi /tmp dari harddisk ke RAM. Dengan cara ini, akses aplikasi ke /tmp akan menjadi sangat cepat, karena akses baca dan tulis RAM berkali-kali lipat lebih cepat ketimbang akses ke harddisk. Berkurangnya jumlah akses ke harddisk secara umum akan membuat sistem lebih responsif, karena mengurangi waktu tunggu proses dalam membaca dan menulis data temporer.

Optimasi nomer 3 adalah memindahkan lokais cache Firefox ke /tmp. Karena /tmp telah berada di RAM, maka Firefox akan menjadi lebih cepat dan responsif. Tetapi saat ini saya justru sudah jarang menggunakan firefox. Semenjak google chrome versi unstable mendukung add-ons, dan beberapa add-ons bagus tersedia, saya sehari-hari menggunakan google chrome untuk browsing.

Saya sudah berkali-kali mencari lewat google, cara memindahkan lokasi cache google chrome ke /tmp, agar browser ini juga dapat memanfaatkan cepatnya akses ke RAM dan mengurangi I/O ke harddisk. Sayangnya, kebanyakan artikel yang saya temukan adalah dengan memanfaatkan switch --user-data-dir, yang otomatis juga mengandung data-data seperti extension yang tersimpan, bookmark, dll. Solusi ini tidak bisa saya pakai, karena /tmp sendiri berada di RAM, sehingga setiap kali boot isinya akan kembali kosong. Jadi repot kalau tiap kali browsing saya harus install extension lagi.

Akhirnya hari ini saya menemukan cara agar hanya direktori cache-nya saja yang dipindahkan ke /tmp, sementara user-data-dir tetap menggunakan direktori default. Switch ini saya dapatkan dari http://src.chromium.org/svn/trunk/src/chrome/common/chrome_switches.cc . Switch yang dipakai adalah --disk-cache-dir.

Pada komputer saya, saya cukup mengedit file ~/.local/share/applications/google-chrome.desktop, lalu mengubah baris yang diawali dengan Exec sehingga menjadi seperti ini:

Exec=/opt/google/chrome/google-chrome --enable-user-scripts --enable-extension-timeline-api --disk-cache-dir="/tmp/chrome" %U

Sekarang google chrome saya bisa berjalan lebih cepat dan responsif, karena direktori cache sudah dipindakan ke /tmp yang berada di RAM, sehingga tidak membebani harddisk lagi dengan akses baca & tulis yang intensif. Semoga trik ini bermanfaat bagi sesama rekan pengguna google chrome di sistem GNU/Linux, terutama Ubuntu Karmic Koala seperti yang terpasang di komputer saya.

linux , , , ,