Home > Misc > Hati-hati terhadap hipnotis

Hati-hati terhadap hipnotis

Siang ini saat saya memesan yamien asin di Mie Ayam Karangsari yang berada di Jl. Sadakeling, ada 2 orang yang datang mengendarai sepeda motor matic. Penumpangnya turun lalu memesan mie. Dia mengeluarkan selembar uang 100 ribu. Akang tukang mie ayamnya sepertinya bilang tidak punya kembalian, lalu kedua orang itupun pergi. Si akang pun menghidangkan yamien pesanan saya lalu pergi ke belakang agak lama.

Saat saya hampir selesai makan, si akang balik dan nanya, apakah kedua orang tadi kembali lagi. Saya bilang tidak. Si akang pun cerita bahwa beberapa hari yang lalu dia kena hipnotis dengan modus yang sama. Ada 2 orang datang, yang satu menepuk pundaknya sambil menyapa. Saat menatap wajah orang itu, si akang pun kena hipnotis. Si orang tadi memesan mie ayam dan membayar dengan selembar uang 100 ribu.

Dengan harga mie ayam normal 6000 per porsi, berarti kembaliannya adalah 88 ribu. Si akang merasa bahwa dia mengembalikan dengan jumlah tersebut. Di dompetnya saat itu ada uang sekitar 190 ribuan, sehingga mestinya setelah mengembalikan, masih akan bersisa uang 100 ribu lebih. Saat dia melihat dompet, kok kosong. Yang menghipnotis tampaknya juga tahu korbannya akan sadar, sehingga pamit, bilang akan kembali lagi. Setelah si penghipnotis pergi, si akang masih menunggu mereka kembali, tapi lalu sadar, bahwa dia udah kena hipnotis.

Si akang bilang bahwa tadi dia juga ditepuk pundaknya, tapi dia tidak menatap wajah orang yang datang tadi. Mungkin si penghipnotis juga melihat ada saya yang sedang menunggu pesanan, makanya mereka segera beranjak pergi. “Mungkin juga baru belajar,” kata si akang. Apapun penyebabnya, si akang beruntung tidak terkena hipnotis lagi siang ini.

Semoga kisah ini menjadi pengingat untuk pembaca sekalian, agar selalu berhati-hati. Jika ada orang asing menepuk pundak Anda sambil menyapa, berhati-hatilah. Jangan sampai pikiran Anda kosong lalu menatap wajah orang tadi, karena itu adalah pintu masuknya hipnotis orang tadi. Jika Anda pedagang, sapalah terlebih dahulu orang yang datang, jangan sampai disapa duluan (ini tips si akang juga, karena yang menyapa pertama akan memegang kendali). Semoga kita semua dihindarkan dari tindak kejahatan apapun.

Categories: Misc Tags: , ,
  1. Coekma
    May 11th, 2011 at 07:27 | #1

    hmmm… darimana yah orang2 ini belajar hipnotis? ada hipnotis model lain ndak ya?

  2. Keblug
    June 14th, 2011 at 01:27 | #2

    baru tau kalau menyapa pertama bisa memegang kendali… *manggut-manggut*

  1. No trackbacks yet.